Bedah Tuntas Supervisi Akademik, Pengawas Sekolah Kota Denpasar Fokus Tingkatkan Kualitas Pembelajaran Guru
Denpasar – Komunitas Belajar (Kombel) Pendamping Satuan Pendidikan Kota Denpasar, "Vidya Mandala", terus menunjukkan konsistensinya dalam meningkatkan kompetensi para pengawas sekolah.
Pada pertemuan rutin yang digelar Senin, 9 Februari 2026, komunitas ini mengangkat topik krusial mengenai "Teknik Supervisi Akademik dan Pengembangan Instrumen Observasi Kelas". Materi ini dibawakan secara komprehensif oleh perwakilan Kelompok 2, Bapak I Putu Ardika, S.Pd.SD., M.Pd.
Membedakan Supervisi Akademik dan Manajerial
Dalam paparannya, I Putu Ardika menekankan pentingnya memahami perbedaan mendasar antara supervisi akademik dan manajerial agar pendampingan berjalan efektif.
"Supervisi akademik fokus utamanya adalah pembelajaran dengan sasaran guru, sedangkan supervisi manajerial berfokus pada tata kelola sekolah dengan sasaran Kepala Sekolah," jelasnya dalam sesi materi.
Beliau menjabarkan bahwa tujuan utama supervisi akademik bukan sekadar penilaian, melainkan untuk pengembangan profesional, penumbuhan motivasi, dan pengembangan kualitas guru.
Pendekatan Berbasis Karakteristik Guru
Salah satu sorotan menarik dalam diskusi ini adalah pembahasan mengenai Kuadran Persilangan Karakteristik Guru. Peserta diajak memahami bahwa setiap guru memiliki tingkat kompetensi berpikir abstrak dan tingkat komitmen yang berbeda.
Pemahaman terhadap karakteristik ini sangat menentukan pendekatan supervisi yang akan digunakan, apakah menggunakan pendekatan direktif, non-direktif, atau kolaboratif.
"Supervisi akademik adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuan mengelola proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran," tambah pemateri mengutip definisi supervisi.
Ragam Teknik dan Landasan Hukum
Kegiatan ini juga membedah berbagai teknik supervisi, mulai dari teknik individual seperti kunjungan kelas dan observasi, hingga teknik kelompok seperti diskusi (FGD) dan penataran (inservice training).
Selain itu, para pengawas juga dibekali pemahaman mengenai metode pendampingan terbaru versi Kemdikbud (2023), yang mencakup Coaching, Mentoring, Facilitating, Consulting, dan Training.
Seluruh materi yang disampaikan berpijak pada landasan yuridis yang kuat, termasuk Permendikdasmen Nomor 21 Tahun 2025 tentang Standar PTK dan Perdirjen GTK Nomor 7328 Tahun 2023 tentang Model Kompetensi Pengawas Sekolah.
Melalui kegiatan ini, Kombel Vidya Mandala berharap para anggotanya semakin tajam dalam melakukan analisis kebutuhan guru dan tepat dalam memberikan pendampingan demi mutu pendidikan Denpasar yang lebih baik.
#SupervisiAkademik #VidyaMandala #KompetensiGuru #PendidikanDenpasar #CoachingMentoring